Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai potensi penyakit pada musim hujan dan segera melakukan tindakan pencegahan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Senin, mengatakan, beberapa jenis penyakit yang muncul di musim hujan antara lain diare, ISPA, leptospirosis, dan demam berdarah dengue (DBD).
"Upaya yang bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat penampungan air, serta memastikan saluran air tidak tersumbat," katanya.
Pernyataan itu disampaikan menyikapi kondisi perubahan cuaca yang terjadi saat ini yakni dari musim panas ke musim hujan.
Baca juga: Waspadai penyakit muncul saat musim hujan
Di samping itu, lanjutnya, untuk mencegah DBD upaya dapat dilakukan dengan gerakan 3M plus yakni dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.
Sedangkan plus yang dimaksudkan menggunakan kelambu, lotion anti nyamuk, dan jaga kebersihan rumah serta lingkungan.
Selain itu, upaya pencegahan di musim hujan agar masyarakat tetap sehat yakni menjaga kesehatan pribadi dengan menerapkan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yaitu makan yang bergizi dan seimbang, istirahat yang cukup, rutin olahraga, sering cek kesehatan, kelola stres.
"Kemudian menjaga kualitas air bersih dan sanitasi," katanya.
Baca juga: Warga Mataram diminta waspada potensi penyakit di musim hujan
Masyarakat, lanjutnya, harus memastikan air minum direbus hingga mendidih dan jamban keluarga berfungsi baik. Hindari genangan air dan tumpukan sampah yang dapat menjadi sumber penyakit.
Di samping itu, partisipasi masyarakat juga diminta aktif melapor kepada petugas kesehatan atau posko bila ditemukan kasus penyakit menular, genangan air, atau tanda-tanda bencana lingkungan di sekitar wilayah masing-masing.
"Masyarakat harus aktif melakukan gotong royong menjaga kebersihan rumah dan lingkungan masing-masing," katanya.
Sementara sebagai bentuk kesiapsiagaan, pihaknya memastikan layanan di fasilitas kesehatan tetap ada.
Puskesmas, RSUD, dan jejaring fasilitas kesehatan di seluruh Kota Mataram telah diminta siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan gawat darurat serta siap berkoordinasi dengan Posko Penanggulangan Bencana dan Call Center 112 Kota Mataram.
"Masyarakat bisa memanfaatkan pelayanan kesehatan kapan saja jika memiliki keluhan kesehatan," katanya.