Harimau hanya sisakan kepala sapi, pemilik ternak kebingungan

id Aceh,Pemerintah Aceh,Pemprov Aceh,Aceh Selatan,Sapi Dimakan Harimau Sumatera,BKSDA Aceh

Harimau hanya sisakan kepala sapi, pemilik ternak kebingungan

Personel TNI dan Polri melihat kepala sapi yang tersisa setelah diduga dimakan harimau sumatera, di Aceh Selatan, Kamis (12/9/2019). (ANTARA/HO)

Banda Aceh (ANTARA) - Seekor sapi milik Sudirman (49) warga Desa Ladang Rimba, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan mati dengan kondisi tanpa badan, hanya tersisa kepala yang diduga kuat karena dimakan harimau sumatera.

“Iya benar, tadi ada laporan bahwa ada seekor lembu yang dimakan harimau. Kapolsek dan Koramil sudah turun langsung ke lokasi,” kata Camat Trumon Tengah, Tahta Amrullah, saat dihubungi di Banda Aceh, Kamis.

Ia menjelaskan, penemuan kepala sapi tersebut di Desa Ladang Rimba, Trumong Tengah, Aceh Selatan, pukul 11.00 WIB, bertempat di perkebunan cabai milik Hasbi, masyarakat setempat. Katanya, jarak lokasi penemuan kepala sapi tersebut sekitar 500 meter dari permukiman penduduk.

“Yang menemukan langsung pemiliknya, karena sejak kemarin lembunya hilang jadi waktu dia keliling mencari sekitar kandang dan kebun warga maka yang ditemukan hanya kepalanya saja tanpa badan,” katanya.

Dia mengatakan, diduga keras bahwa sapi yang berumur sekitar delapan bulan tersebut menjadi santapan harimau yang berada di kawasan tersebut. Karena lokasinya tidak jauh dari permukiman, Tahta mengimbau agar masyarakat berhati hati saat pergi berkebun.

“Menurut orang tua di sini katanya kalau lembu dimakan dan hanya menyisakan kepalanya saja seperti ini berarti harimau itu memiliki anaknya di sekitar itu juga. Kami mengimbau agar masyarakat untuk tetap waspada saat pergi berkebun,” katanya.

Atas kejadian tersebut, kata Tahta, pihaknya sudah melaporkan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat sebagai penanggungjawab dan pengawasan satwa liar. Dia berharap mendapat solusi dalam persoalan ini agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat berkebun.

“Semoga pihak BKSDA bisa segera menemukan solusi untuk membuat masyarakat kembali merasa aman dan nyaman bekerja di kebunnya,” katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar