PMI dan eFarming kenalkan "ecoenzyme" tingkatkan hasil pertanian

id Palang Merah Indonesia ,PMI ,Ecoenzyme ,eFarming Corpora,Kabupaten Sukabumi,Pertanian

PMI dan eFarming kenalkan "ecoenzyme" tingkatkan hasil pertanian

Pengurus PMI Pusat Letjen (Purn) Sumarsono bersama Efarming Corpora saat meninjau lokasi pertanian yang mengaplikasikan ecoenzyme di pertanian hidroponik Pontis, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Sabtu, (25/2/2023). Antara/Aditya Rohman

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) bersama eFarming Corpora Sukabumi kenalkan manfaat ecoenzyme untuk meningkatkan produksi hasil pertanian kepada santri dan petani di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Penggunaan ecoenzyme pada tanaman sudah terbukti keberhasilannya seperti yang telah dicoba lahan pertanian hidroponik milik Pontis di Jalan Simpang, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi," kata Founder eFarming Corpora Sukabumi Sulastri di Sukabumi pada Sabtu.

Menurut Sulastri, ecoenzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik dapur menjadi bahan yang mempunyai banyak manfaat untuk alam dan manusia. Manfaat produk untuk pertanian itu, ujar dia, adalah sebagai filter udara, herbisida dan pestisida alami, filter air, pupuk alami dan dapat menurunkan efek rumah kaca.

Penggunaan ecoenzyme, lanjutnya, juga telah diterapkan di Kabupaten Sukabumi dan telah berhasil meningkatkan produksi buah pada melon, jambu kristal, hingga kacang edamame. Bahkan, masih menurut dia, untuk kacang edamame yang diproduksi Ponti ini telah berhasil diekspor hingga Jepang.

Kedatangan pihaknya ke Kabupaten Sukabumi ini selain untuk melihat hasil pertanian juga memberikan edukasi kepada para santri dan petani setempat untuk dapat menanam, berkebun dengan menggunakan ecoenzyme sebagai pupuk dan pestisida.

"Penerapan ecoenzyme pada tanaman juga sudah dilaksanakan di beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi seperti di Kecamatan Nagrak dan Cikembar. Penggunaan ecoenzyme ini selain bisa meningkatkan produksi juga yang terpenting ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia," tambahnya.

Sementara, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Letjen (Purn) Sumarsono mengatakan ecoenzyme ini dipersembahkan untuk lingkungan, kemanusiaan dan kesejahteraan manusia.

Baca juga: Pupuk Indonesia sebut subsidi di Samosir naik 15 persen
Baca juga: ECHO Green promosikan inisiatif ekonomi hijau di sektor pertanian


Ia mengutarakan harapannya agar penerapan ecoenzyme dalam dunia pertanian bisa semakin meluas. Apalagi pada saat ini telah ditemukan adanya berbagai manfaat yang bisa didapatkan dari penggunaannya.