Lima kontainer minyak goreng akan tiba Mataram

id minyak,goreng,mataram

Lima kontainer minyak goreng akan tiba Mataram

Ilustrasi: stok minyak goreng yang salah satu "supermarket" di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, sekitar empat hingga lima kontainer minyak goreng dari distributor merek Filma dan Mitra akan tiba di Mataram, untuk memenuhi kebutuhan warga di daerah ini.

"Kemarin (Selasa) saya sudah menelpon langsung distributor minyak goreng tersebut, dan mereka menyebutkan besok (hari ini-red) akan tiba sekitar 4-5 kontainer minyak goreng di Mataram untuk kebutuhan warga secara umum di Pulau Lombok," kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Uun Pujianto di Mataram, Rabu.

Kedatangan minyak goreng tersebut, katanya, sekaligus menampik anggapan dari warga bawah minyak goreng langka dan adanya indikasi terjadi penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kekosongan stok minyak goreng murah seharga Rp14.000 per liter pada sejumlah retail modern beberapa hari terakhir bukan langka, akan tetapi terjadi pembatasan di pabrik pengusaha," katanya.

Menurut Uun, sebanyak 4-5 kontainer minyak goreng yang dijadwalkan tiba hari ini, kemungkinan akan habis dalam waktu satu minggu ke depan sebab pangsa pasarnya se-Pulau Lombok.

Namun demikian, pihak distributor sudah melakukan pemesanan kembali agar sebelum minyak goreng tersebut habis, stok sudah ada lagi sehingga tidak terjadi kekosongan.

"Masyarakat juga kita harapkan beli minyak goreng sesuai kebutuhan dan tidak panik dengan membeli minyak goreng dalam jumlah banyak. Apalagi untuk dijual lagi," katanya.

Sementara menyinggung tentang indikasi penimbunan, Uun mengatakan, sejauh ini dari hasil investigasi di lapangan belum ada indikasi penimbunan.

"Bagaimana mau 'nimbun' harganya turun, kecuali harganya naik. Artinya, kekosongan stok minyak goreng di sejumlah pasar modern murni karena terkendala distribusi, Insya Allah hari ini bisa terisi lagi," katanya.