Polres Lobar Selidiki Sindikat Perampokan di Nambung

id Pantai Nambung

Polres Lobar Selidiki Sindikat Perampokan di Nambung

Kapolres Lombok Barat AKBP Yulianus Yulianto (Dhimas)

Kami sedang mendalami keterangan dari beberapa pihak, baik korban maupun kepala desa yang terlibat saat penangkapan JM (38)
Mataram,  (Antara) - Kepolisian Resor Kabupaten Lombok Barat masih menyelidiki empat pelaku sindikat perampokan wisatawan asal Singapura pada pekan lalu, di kawasan wisata Pantai Nambung, Kecamatan Sekotong.

Kapolres Lombok Barat AKBP Yulianus Yulianto di Mataram, Selasa, mengatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami keterangan dari korban untuk mengembangkan kasus penyelidikan ke empat pelaku lainnya.

"Kami sedang mendalami keterangan dari beberapa pihak, baik korban maupun kepala desa yang terlibat saat penangkapan JM (38)," ujarnya.

Keterkaitan kepala desa dengan JM (38) sebenarnya hanya sebatas mengantar JM (38) yang pada waktu itu hendak menuju Mataram. Menurut pengakuan kades, JM (38) hanya ingin menumpang menuju pusat perbelanjaan di wilayah Mataram, ia tidak mengetahui jika akan menjual barang hasil rampokannya tersebut.

"Masih kita dalami, keterangan kades belum sepenuhnya kami peroleh, tapi anggota tetap melakukan penyelidikan di lapangan," ujarnya.

Namun, ia mengatakan sejak tertangkapnya JM (38) selaku otak sindikat perampokan, para pengunjung sudah merasakan dampak ketenangan saat berwisata di wilayah Sekotong, khususnya Pantai Nambung.

"Aktivitas wisata di sekitar Pantai Nambung dan Sekotong, sudah mulai stabil, para pengunjung pun mulai merasa nyaman," ujarnya.

Pantai Nambung, kecamatan Sekotong, merupakan objek wisata pilihan favorit para keluarga untuk berlibur di akhir pekan. Namun, saat sering terjadi perampokan di kawasan tersebut, para pengunjung mulai was-was untuk berwisata di Nambung.

Terkait hal itu, agar tetap menjaga keamanan dan kenyamanan di wilayah Nambung, pihak kepolisian telah menugaskan anggotanya untuk melakukan pengamanan khusus di kawasan tersebut, yakni dengan menempatkan pos pemantauan di sejumlah titik rawan.

"Sejak dua pekan lalu, salah satu pos pantau kami buat di simpang tiga Desa Buwun Mas," katanya.

Upaya seperti itu dilakukan guna menjaga situasi dan kondisi keamanan di kawasan tersebut agar tetap kondusif. Penempatan pos di sejumlah titik juga dikatakannya lebih efektif. "secara tidak langsung membuat para pengunjung merasa aman saat berwisata," katanya.

Pewarta :
Editor: Yanes
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar