Global Qurban-ACT sembelih 15 ekor sapi untuk korban gempa Lombok

id ACT ,Hewan Qurban

Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyembelih 15 ekor sapi untuk warga yang tinggal di Integrated Community Shelter (ICS) Gondang dan warga Lombok Utara yang merupakan korban gempa setahun lalu. (ACT)

Mataram (ANTARA) - Global Qurban-Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyembelih 15 ekor sapi untuk warga yang tinggal di Integrated Community Shelter  (ICS) Gondang dan warga Lombok Utara yang merupakan korban gempa setahun lalu.

"Alhamdulillah, kemarin kita menyembelih 15 ekor sapi, amanah dari Kajian Musawarah melalui program Musawarah Berkurban. Nantinya, 15 ekor sapi ini akan didistribusikan ke seluruh kecamatan di Lombok Utara. Warga-warga di ICS juga akan dapat dagingnya," kata Romi Saefudin, Ketua Program ACT Cabang NTB melalui siaran persnya, Selasa.

Selain itu, kata dia, pada Senin (12/8) digelar Syukuran Qurban. "Nah, daging yang akan dimasak pada acara ini tidak termasuk dengan daging yang dibagikan. Jadi masing-masing ada yang untuk dibagikan, ada yang untuk dimasak di ICS," katanya.

Selain telah mendirikan ICS, ACT terus membersamai para penyintas gempa selama setahun ini. "Gempanya sudah berlalu, tapi pembangunan masih berlangsung sampai sekarang dan membangunnya itu cukup lama. Alhamdulillah, bantuan ini cukup meringankan keadaan kami yang masih tinggal di ICS ini. Jadi kami sangat berterima kasih kami atas bantuan yang diberikan ACT dan Global Qurban,"
kata Rifai, salah satu penghuni ICS Gondang.

Program tersebut dilaksanakan di masjid yang terletak di dekat ICS, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Meskipun mesjid itu kini rata dengan tanah, namun  warga tetap memilih menunaikan Salat Idul Adha di sana. Pasalnya, bagi mereka dahulunya masjid inilah yang cukup menampung warga dari empat dusun di Desa Gondang untuk salat Iduladha.

"Karena kalau di masjid ini dulu bisa menampung warga dari empat dusun saat salat Iduladha. Sampai keluar teras saking banyaknya. Sementara sekarang masjid masih rata dengan tanah dan belum kita bangun lagi. Kalau di tempat lain takut tidak cukup dan agak jauh juga. Jadi tanah masjid ini masih kita gunakan untuk hari raya karena dapat menampung warga dari empat dusun tersebut," kata Kemar, pengurus Masjid Jami An-Nur.

Keempat dusun tersebut adalah Karangpendagi, Karangbedil, Karangamur, serta Karanganyar. Kemar menceritakan, setahun pascagempa bermagnitudo 7,0 yang mengguncang Lombok pada Agustus 2018, kehidupan warga semua dusun sudah normal kembali. Terlihat ratusan orang memenuhi masjid tempat salat mereka tersebut. Namun ia mengakui, warga masih juga sering trauma karena gempa tahun lalu tersebut.

Sampai sekarang, beberapa warga langsung bersiaga bila ada gempa-gempa kecil yang mereka rasakan.
"Kami saat-saat gempa tersebut sampai sekarang, sangat terbantu sekali, dengan kehadiran ACT. Banyak sekali bantuan yang diberikan kepada kami dan bahkan sampai sekarang, ICS masih tetap berdiri setelah satu tahun gempa. Ini cukup membantu karena pembangunan rumah biasanya memang akan memakan waktu cukup lama," ujar Kemar.

Untuk menjangkau kebutuhan pangan di berbagai belahan dunia, Global Qurban-ACT juga masih membuka kesempatan menyalurkan dana kurban hingga hari Tasyrik ketiga, Selasa (13/8). Program spesial ini dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan para calon pekurban yang ingin menyalurkan dana kurbannya di beberapa belahan dunia yang masih berlangsung. Segera ambil kesempatan emas ini. Yuk, kirimkan kurban terbaik untuk saudara-saudara yang merindukan nikmatnya daging!  Klik  https://donasi.act.id/qurban   #DermawanBerqurban.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar