Miris, Radio Pemkot Mataram kurang promosi

id radio,suara kota,radio pemkot mataram,radio suara kota mataram

Miris, Radio Pemkot Mataram kurang promosi

ilustrasi radio

Mataram (ANTARA) - Keberadaan Radio Suara Kota Mataram pada frekuensi 105 MHz (digital stereo) yang banyak dikenal masyarakat namun jarang didengar, menjadi satu indikasi minimnya promosi radio milik Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat ini .

"Lokasi kantor Radio Suara Kota Mataram saya tahu di Jalan HOS Cokroaminoto atau tepatnya samping barat Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat, tetapi saya tidak pernah mendengar siarannya," kata Suherman salah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi NTB, di Mataram, Selasa.

"Untuk era saat ini, masyarakat yang mendengarkan radio saya rasa sudah sangat jarang. Jangankan radio, masyarakat yang menonton televisi saja mulai berkurang," ucapnya.

Masyarakat, apalagi kaum milenial lebih mengenal dan lebih mudah mendapatkan informasi melalui media sosial, katanya.

Oleh karena itu, apabila pemerintah ingin lebih maksimal menyampaikan informasi, radio tersebut hendaknya juga membuat grup atau siaran melalui media sosial dan melakukan promosi.

"Dengan demikian, masyarakat bisa mudah mengakses informasi terkait program-program pemerintah yang disiarkan melalui Radio Suara Kota Mataram. Kalau sudah ada, dioptimalkan," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ajmah salah seorang karyawan swasta di Kota Mataram, yang mengenal dan mengetahui tentang keberadaan radio milik Pemerintah Kota Mataram itu.

"Saya kenal radio itu, tapi jujur saya belum pernah dengar siarannya. Jadi kalau saya ditanya apa perannya, jelas saya juga tidak tahu," katanya.

Selama ini, kata dia, radio yang didengar sejak kecil hanya beberapa frekuensi saja. "Yang sering saya dengar, CNL, Rifer FM, Fresh Radio dan GSP. Kalau RRI, saya dengar pas puasa saja," katanya sambil tersenyum.

Berbeda dengan yang lain, Lalu Martawang salah seorang pejabat tinggi di Pemerintah Kota Mataram, mengatakan, Radio Suara Kota merupakan radio yang bagus dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Radio Suara Kota ini, mampu menjangkau masyarakat yang tua, muda dan tentunya kaum milenial," katanya.

Radio Suara Kota Mataram, katanya, memberikan peran penting terhadap penyebarluasan informasi terhadap berbagai program-program Pemerintah Kota Mataram, baik yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan.

"Saya biasanya mendengarkan radio saat dalam kendaraan. Kalau kita nyetir, pasti tidak bisa bermain sosial media maupun televisi. Jadi paling aman dan informasinya up to date adalah mendengarkan radio," katanya.

Sementara Sekretaris Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Lokal Radio Suara Kota Mataram Lalu Fathurrahman mengatakan, sebagai dasar di operasionalkannya Radio Suara Kota adalah Rekomendasi Walikota no : 482/175/IV/inkom/02 tentang Penyelenggaraan Siaran Radio. sebelum disyahkannya UU Penyiaran no 32 tahun 2002.

LPPL Radio Suara Kota, katanya, berperan penting sebagai penyeimbang kemajuan penyiaran swasta, dalam upaya memberikan informasi yang baik terhadap terhadap kebijakan-kebijakan pemeritah daerah.

Sebagai Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Suara Kota memegang peranan penting di tengah masyarakat (warga kota Mataram) dalam kehidupan sosial, budaya, politik, ekonomi dan memiliki tanggung jawab dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, hiburan serta kontrol dan perekat sosial.

"LPP Lokal Radio Suara Kota Mataram memiliki format informasi dan entertainment. Dengan target audiens umum / universal, kategori usia 12-60 tahun dan menjadi Radio Station panutan yang ada di Kota Mataram," katanya.

Fathurrahman menambahkan, beberapa program unggulan Radio Suara Kota adalah sebagai media pendidikan, hiburan, pelestari budaya dan sumber informasi yang terpercaya serta mensosialisasikan program pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mataram kepada masyarakat melalui reportase maupun ulasan berita.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar