Pengembangbiakkan populasi komodo telan biaya Rp100 miliar

id Pulau Komodo,Komodo Flores,Nusa Tenggara Timur

Pengunjung menyaksikan sejumlah komodo di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww) (1) (1/)

Kami benahi semuanya. Mulai dari pengembangbiakan Komodo serta alam di pulau itu

Mataram (Antaranews NTB) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor B Laiskodat mengatakan anggaran sebesar Rp100 miliar itu digunakan secara menyeluruh guna pengembangbiakan populasi hewan purbakala Komodo (Veranus Komodoensis) di Pulau Komodo.

"Kami benahi semuanya. Mulai dari pengembangbiakan Komodo serta alam di pulau itu," kata Gubernur NTT kepada wartawan di Kupang, NTT, Selasa.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan rencana pengelolaan Pulau Komodo oleh pemerintah pusat, sekaligus melakukan pembenahan di Pulau Komodo yang menjadi ikon provinsi berbasis kepulauan itu.

Orang nomor satu di NTT itu mengatakan bahwa pembenahan di kawasan Pulau Komodo itu dilakukan antara lain menjamin pasokan makanan untuk hewan langka itu, seperti kambing dan rusa. Gubernur tidak menginginkan induk Komodo kembali memangsa anaknya sendiri akibat populasi ternak yang disiapkan habis.

Tak hanya itu, dengan dana sekitar Rp100 miliar itu kawasan tersebut akan ditutup untuk sementara waktu, agar keaslian dari Komodo sebagai hewan liar bisa terlihat.

"Orang datang ke Pulau Komodo itu untuk melihat liarnya Komodo, bukan melihat Komodo di Pulau Komodo yang malas dan hanya tidur-tiduran saja," ujarnya.

Bahkan, kata dia, sulit menemukan Komodo dalam jumlah yang banyak saat berkunjung ke Pulau Komodo.

Hal ini juga dirasakan oleh Antara saat berkunjung ke Pulau Komodo pada awal Desember 2018  lalu. Wisatawan harus berjalan kurang lebih satu kilometer atau lebih untuk bisa menyaksikan Komodo dalam jumlah yang banyak.

Jika dibandingkan Pulau Rinca, kehidupan bebas Komodo yang selalu berkumpul dapat dilihat dengan mudah oleh wisatawan tanpa harus berjalan berkilo-kilometer

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar